Jumat, 09 Mei 2014

#MasukSosiologi ?

Oke, kali ini saya mau membahas masalah mengapa saya mau #MasukSosiologi. Untuk pembukanya, mari kita bersama – sama mencoba memahami sosiologi. Untuk apa sebenarnya kita mempelajari sosiologi? Untuk apa kita #MasukSosiologi ? Kemudian mari kita bersama – sama menyelaraskan pemikiran kita mengenai sosiologi. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud sosiologi itu? Dan termasuk ilmu apakah sosiologi ini?
                Manfaat sebuah ilmu adalah hal yang seringkali muncul pada benak kita ketika kita akan mempelajarinya. Pada hal ini, apa sebenarnya manfaat yang bisa kita peroleh ketika kita mempelajari sosiologi? Saya rasa, banyak yang akan menanyakan hal tersebut, bahkan tak jarang dengan nada sarkastik. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa sosiologi hanyalah usaha mengumpulkan apa yang telah diketahui semua orang, dan menuliskannya kedalam kata – kata yang tidak bisa dipahami oleh siapa pun.
                Ketika kita melihat dari perspektif orang yang sudah antipati terhadap sosiologi, sosiologi hanya dilihat sebagai ilmu yang menciptakan pengacau masyarakat, pembuat onar, bahkan tukang protes yang hanya mengganggu ketertiban dan stabilitas umum. Bagi para elite politik yang pro dengan status quo,  sosiologi dilihat sebagai ideology yang berbahaya yang seringkali melahirkan provokator yang hanya berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakt. Di mata para pemegang kekuasaan, sosiologi bahkan dituduh merelatifkan tatanan yang mereka janjikan akan ditingkatkan dan dipertahankan, dan karena itu melemahkan kekuasaan mereka, serta memicu terjadinya kerusuhan dan subversi ( Bauman, dalam Kuper & Kuper, Enisklopedi Ilmu – ilmu sosial, 2000 : 1023 )
                Benarkah seperti itu gambaran sosiologi?
                Berbeda dengan ilmu – ilmu terapan lain, seperti kedokteran, teknik sipil, ekonomi, huku, farmasi, dan lain – lain – yang mencetak sarjana atau para professional yang siap praktik di masyarakan maupun di dunia usaha. Sosiologi pada dasarnya memang tidak bertujuan utama menghasilkan para praktisi atau “tukang”. Seperti dikatakan Peter L. Berger ( 1985 ) produk dari sosiologi sendiri adalah para pemikir yang senantiasa peka dan kritis terhadap realitas sosioal. Sumbangan sosiologi terhadap usaha pengembangan masyarakat memang tidak bisa langsung dirasakan, tetapi sifatnya mendasar karena sosiologi mampu menyuguhkan analisis dan evaluasi terhadap berbagai hal yang dalam banyak hal di luar pemikiran disiplin ilmu lain.
                Sosiologi, pada dasarnya bukanlah semata – mata ilmu murni belaka, namun juga merupakan ilmu terapan.  Seperti kita ketahui, hakikat dari ilmu murni adalah menegembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak demi peningkatan kualitas ilmu itu sendiri, namun tujuan dari sosiologi sendiri bukanlah semata – mata seperti hal tersebut. Sosiologi bisa menjadi ilmu terapan yang menyajikan cara – cara untuk mempergunakan pengetahuan ilmiahnya guna memecahkan masalah praktis atau asalah sosial yang perlu ditanggulangi ( Horton dan Hunt, 1987 : 41 )
                Untuk lebih jelasnya seperti ini ilustrasinya. Seorang sosiolog yang meneliti mengapa bisa terjadi fenomena anak jalanan, dan menelusuri asal muasal serta mendalami masalah tersebut merupakan seorang ilmuwan murni. Akan tetapi, ketika ia menggunakan hasil penelitiannya tersebut untuk menekan jumlah anak jalanan yang terus meningkat, dengan begitu dalam hal ini sosiologi telah menjadi ilmu terapan.
                Sosiologi, ketika berada dalam tataran praksis bukanlah ilmu yang kaku dan selalu menekan kepada apa yang seharusnya terjadi, melainkan sosiologi adalah sebuah ilmu yang mempunyai sudut pandang baru atau ilmu yang selalu mencoba menelanjangi realitas, mengungkap fakta yang tersembunyi di realitas yang tampak. Sosiologi selalu tidak eprcaya pada apa yang tampak sekilas dan mencoba menguak serta membongkar apa yang tersembunyi di balik realitas nyata; karena sosiologi berkeyakinan bahwa “dunia bukanlah sebagaimana nampaknya “, tetapi dunia yang sebenarnya baru bisa dipahami jika dikaji secara mendalam dan diinterpretasikan ( Berger dan Kellner, 1985 : 5 )
                Kemudian, lebih singkatnya saya akan langsung menuju definisi sosiologi; meskipun terdapat berbagai pendapat mengenai definisi sosiologi, saya akan mengutip pendapat yang dikatakan Bagong Suyanto, bahwa Sosiologi tidak hanya merupakan suatu kumpulan subdisiplin segala bidang kehidupan, melainkan merupakan suatu studi tentang masyarakat.
                Akhirnya, saya akan membahas peran seorang sosiolog dalam masyarakat. Tentu terdapat dalam benak kita semua ketika akan #MasukSosiologi akan jadi apa sih kita kelak? Sebenarnya, dimana dan sebagai apa sesorang sosiolog bakal berikprah tidak mungkin bisa dibatasi dalam sebutan administrasi okupasi resmi yang diklasifikasikan pemerintah dan BPS. Namun, di berbagai negara sendiri telah muncul pengakuan yang kuat terhadap sumbangan dan peran sosiolog di berbagai bidang kehidupan. Menurut Horton dan Hunt ( 1987 ) ada beberapa profesi yang umumnya diisi oleh para sosiologi; antara lain :
1.       Ahli riset; baik riset ilmiah untuk kepentingan pengenmbangan keilmuan atau riset yang diperlukan sektor industry
2.       Konsultan kebijakan; lebih khusus lagi yaitu untuk membantu memeprikaran dampak dari kebijaksanaan sosial tertentu.
3.       Teknisi / Sosiolog Klinis, yakni ikut terlibat dalam kegiatan perencaan dan pelaksanaan program kegiatan masyarakat
4.       Sebagai dosen / pendidik yang telibat dalam kegiatan belajar – mengajar
5.       Sebagai seorang pekerja sosial
Apakah hanya itu? Tentu tidak. Ijinkan saya ikut berbagi pengalaman saya ketika melihat para alumnus sosiologi yang telah berhasil menerapkan ilmunya. Banyak bukti menunjukkan, bahwa dengan kepekaan dan semangat keilmuannya yang selalu berusaha membangkitkan sikap kritis, para sosiolog ternyata bisa berkarier cemerlang di berbagai bidang pekerjaan yang banyak menuntut kreativitas, di dunia jurnalistik, lihatlah artikel yang ditulis para sosiolog seringkali sangat “menggigit”. Di jajaran birokrasi, para sosiolog acapkali menonjol kariernya karena kelebihannya dalam wawasan dan visinya atas nasib rakyat – terutama rakyat kecil yang rentan dan miskin. Lulusan sosiologi universitas saya sendiri banyak yang menjadi birokrat, baik di tingkat daerah maupun nasional. Di perusahaan / sektor industry yang memiliki litbang, sumbangan para sosiolog sangat dibutuhkan, karena salah satu kelebihan sosiologi adlaah kekuatannya di bidang penelitian.
                Kembali lagi kepada kita, seiring dengan perubahan sosial yang terjadi, peran dan keterlibatan para sosiolog dalam berbagai sektor akan makin penting dan dibutuhkan. Karier dan pekerjaan yang dimasuki sosiologi, niscaya akan bisa dilalui dan dikerjakan dengan sukses karena ilmu yang dipelajari akan sangat membantu mereka untuk memahami peran yang bermacam – macam itu dengan wawasan yang lebih luas.
                Persoalannya sekarang tinggal bagaimana para sosiolog terus berusaha meningkatkan kualitasnya dan berusaha meningkatkan kualitas dan berusaha memenuhi tuntutan perkembangan masyarakat dengan sebaik – baiknya.
                Kiranya, itulah yang dapat saya sampaikan. Sedikit gambaran untuk mereka yang ingin #MasukSosiologi. Gambaran singkat yang saya peroleh dari buku Sosiologi : Teks pengantar dan terapan ini kiranya dapat menjadi bekal bagi kalian yang bimbang ketika ingin #MasukSosiologi. Ketika sudah menetapkan pilihan kalian untuk #MasukSosiologi, mantapkanlah hati kalian dan jangan biarkan orang lain mencampuri masa depan kalian sendiri. Mengacu pada prinsip seorang sosiolog yaitu skeptik, jangan mudah percaya dengan perkataan yang ada, telusurilah kebenaran dari perkataan tersebut. Satu pesan dari saya pribadi, apapun pilihan yang kalian buat, kalian harus berani mempertanggungjawabkan pilihan kalian kelak, karena apapun pilihan yang kalian buat, niscaya akan sangat berdampak baik kepada kalian sendiri, maupun orang – orang disekitar kalian.

                Akhir kata, semangat untuk yang mau #MasukSosiologi, semangat juga untuk yang mau masuk jurusan lain. Doa saya beserta kalian J

2 komentar:

  1. Sedikit menambahkan, jujur saja, saya merupakan satu dari sekian banyak orang yang 'tersesat' #MasukSosiologi. Hanya saja untungnya, nasib memihak saya, dan apa yang saya pelajari sejauh ini, merupakan sesuatu yang memang tidak jauh melenceng dari minat saya. Sosiologi merupakan sebuah ilmu yang benar-benar membutuhkan kemampuan untuk berpikir serta melakukan sebuah analisis yang mumpuni. Untuk itu, ketika memilih jurusan ini, jangan asal #MasukSosiologi karena 'gampang' saja, perlu pertimbangan yang cukup matang jika memang ingin benar-benar terjun dan mendalami Sosiologi.

    BalasHapus
  2. Hahaha nanggepin toh mut, XD
    pernah denger ada yang bilang, dimanapun pilihanmu, jadilah yang terbaik disitu :)
    Semoga ga ada lagi yang ngeluh soal jurusannya, pokoknya harus bangga sama pilihannya sendiri :)

    BalasHapus