Oke, kali ini saya mau
membahas masalah mengapa saya mau #MasukSosiologi. Untuk pembukanya, mari kita
bersama – sama mencoba memahami sosiologi. Untuk apa sebenarnya kita
mempelajari sosiologi? Untuk apa kita #MasukSosiologi ? Kemudian mari kita
bersama – sama menyelaraskan pemikiran kita mengenai sosiologi. Sebenarnya, apa
sih yang dimaksud sosiologi itu? Dan termasuk ilmu apakah sosiologi ini?
Manfaat sebuah ilmu adalah hal
yang seringkali muncul pada benak kita ketika kita akan mempelajarinya. Pada
hal ini, apa sebenarnya manfaat yang bisa kita peroleh ketika kita mempelajari
sosiologi? Saya rasa, banyak yang akan menanyakan hal tersebut, bahkan tak
jarang dengan nada sarkastik. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa sosiologi
hanyalah usaha mengumpulkan apa yang telah diketahui semua orang, dan
menuliskannya kedalam kata – kata yang tidak bisa dipahami oleh siapa pun.
Ketika kita melihat dari
perspektif orang yang sudah antipati terhadap sosiologi, sosiologi hanya
dilihat sebagai ilmu yang menciptakan pengacau masyarakat, pembuat onar, bahkan
tukang protes yang hanya mengganggu ketertiban dan stabilitas umum. Bagi para
elite politik yang pro dengan status quo,
sosiologi dilihat sebagai ideology
yang berbahaya yang seringkali melahirkan provokator yang hanya berpotensi
mengganggu keharmonisan masyarakt. Di mata para pemegang kekuasaan, sosiologi
bahkan dituduh merelatifkan tatanan yang mereka janjikan akan ditingkatkan dan
dipertahankan, dan karena itu melemahkan kekuasaan mereka, serta memicu
terjadinya kerusuhan dan subversi ( Bauman, dalam Kuper & Kuper,
Enisklopedi Ilmu – ilmu sosial, 2000 : 1023 )
Benarkah seperti itu gambaran
sosiologi?
Berbeda dengan ilmu – ilmu
terapan lain, seperti kedokteran, teknik sipil, ekonomi, huku, farmasi, dan
lain – lain – yang mencetak sarjana atau para professional yang siap praktik di
masyarakan maupun di dunia usaha. Sosiologi pada dasarnya memang tidak
bertujuan utama menghasilkan para praktisi atau “tukang”. Seperti dikatakan
Peter L. Berger ( 1985 ) produk dari sosiologi sendiri adalah para pemikir yang
senantiasa peka dan kritis terhadap realitas sosioal. Sumbangan sosiologi
terhadap usaha pengembangan masyarakat memang tidak bisa langsung dirasakan,
tetapi sifatnya mendasar karena sosiologi mampu menyuguhkan analisis dan
evaluasi terhadap berbagai hal yang dalam banyak hal di luar pemikiran disiplin
ilmu lain.
Sosiologi, pada dasarnya
bukanlah semata – mata ilmu murni belaka, namun juga merupakan ilmu
terapan. Seperti kita ketahui, hakikat
dari ilmu murni adalah menegembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak demi
peningkatan kualitas ilmu itu sendiri, namun tujuan dari sosiologi sendiri
bukanlah semata – mata seperti hal tersebut. Sosiologi bisa menjadi ilmu
terapan yang menyajikan cara – cara untuk mempergunakan pengetahuan ilmiahnya
guna memecahkan masalah praktis atau asalah sosial yang perlu ditanggulangi (
Horton dan Hunt, 1987 : 41 )
Untuk lebih jelasnya seperti ini
ilustrasinya. Seorang sosiolog yang meneliti mengapa bisa terjadi fenomena anak
jalanan, dan menelusuri asal muasal serta mendalami masalah tersebut merupakan
seorang ilmuwan murni. Akan tetapi, ketika ia menggunakan hasil penelitiannya
tersebut untuk menekan jumlah anak jalanan yang terus meningkat, dengan begitu
dalam hal ini sosiologi telah menjadi ilmu terapan.
Sosiologi, ketika berada dalam
tataran praksis bukanlah ilmu yang kaku dan selalu menekan kepada apa yang
seharusnya terjadi, melainkan sosiologi adalah sebuah ilmu yang mempunyai sudut
pandang baru atau ilmu yang selalu mencoba menelanjangi realitas, mengungkap
fakta yang tersembunyi di realitas yang tampak. Sosiologi selalu tidak eprcaya
pada apa yang tampak sekilas dan mencoba menguak serta membongkar apa yang
tersembunyi di balik realitas nyata; karena sosiologi berkeyakinan bahwa “dunia
bukanlah sebagaimana nampaknya “, tetapi dunia yang sebenarnya baru bisa
dipahami jika dikaji secara mendalam dan diinterpretasikan ( Berger dan
Kellner, 1985 : 5 )
Kemudian, lebih singkatnya saya
akan langsung menuju definisi sosiologi; meskipun terdapat berbagai pendapat
mengenai definisi sosiologi, saya akan mengutip pendapat yang dikatakan Bagong
Suyanto, bahwa Sosiologi tidak hanya merupakan suatu kumpulan subdisiplin
segala bidang kehidupan, melainkan merupakan suatu studi tentang masyarakat.
Akhirnya, saya akan membahas
peran seorang sosiolog dalam masyarakat. Tentu terdapat dalam benak kita semua
ketika akan #MasukSosiologi akan jadi apa sih kita kelak? Sebenarnya, dimana
dan sebagai apa sesorang sosiolog bakal berikprah tidak mungkin bisa dibatasi
dalam sebutan administrasi okupasi resmi yang diklasifikasikan pemerintah dan
BPS. Namun, di berbagai negara sendiri telah muncul pengakuan yang kuat
terhadap sumbangan dan peran sosiolog di berbagai bidang kehidupan. Menurut
Horton dan Hunt ( 1987 ) ada beberapa profesi yang umumnya diisi oleh para
sosiologi; antara lain :
1.
Ahli
riset; baik riset ilmiah untuk kepentingan pengenmbangan keilmuan atau riset
yang diperlukan sektor industry
2.
Konsultan
kebijakan; lebih khusus lagi yaitu untuk membantu memeprikaran dampak dari
kebijaksanaan sosial tertentu.
3.
Teknisi /
Sosiolog Klinis, yakni ikut terlibat dalam kegiatan perencaan dan pelaksanaan
program kegiatan masyarakat
4.
Sebagai
dosen / pendidik yang telibat dalam kegiatan belajar – mengajar
5.
Sebagai
seorang pekerja sosial
Apakah hanya itu?
Tentu tidak. Ijinkan saya ikut berbagi pengalaman saya ketika melihat para
alumnus sosiologi yang telah berhasil menerapkan ilmunya. Banyak bukti
menunjukkan, bahwa dengan kepekaan dan semangat keilmuannya yang selalu
berusaha membangkitkan sikap kritis, para sosiolog ternyata bisa berkarier
cemerlang di berbagai bidang pekerjaan yang banyak menuntut kreativitas, di
dunia jurnalistik, lihatlah artikel yang ditulis para sosiolog seringkali
sangat “menggigit”. Di jajaran birokrasi, para sosiolog acapkali menonjol
kariernya karena kelebihannya dalam wawasan dan visinya atas nasib rakyat –
terutama rakyat kecil yang rentan dan miskin. Lulusan sosiologi universitas
saya sendiri banyak yang menjadi birokrat, baik di tingkat daerah maupun
nasional. Di perusahaan / sektor industry yang memiliki litbang, sumbangan para
sosiolog sangat dibutuhkan, karena salah satu kelebihan sosiologi adlaah
kekuatannya di bidang penelitian.
Kembali lagi kepada kita,
seiring dengan perubahan sosial yang terjadi, peran dan keterlibatan para
sosiolog dalam berbagai sektor akan makin penting dan dibutuhkan. Karier dan
pekerjaan yang dimasuki sosiologi, niscaya akan bisa dilalui dan dikerjakan
dengan sukses karena ilmu yang dipelajari akan sangat membantu mereka untuk
memahami peran yang bermacam – macam itu dengan wawasan yang lebih luas.
Persoalannya sekarang tinggal
bagaimana para sosiolog terus berusaha meningkatkan kualitasnya dan berusaha
meningkatkan kualitas dan berusaha memenuhi tuntutan perkembangan masyarakat
dengan sebaik – baiknya.
Kiranya, itulah yang dapat saya
sampaikan. Sedikit gambaran untuk mereka yang ingin #MasukSosiologi. Gambaran
singkat yang saya peroleh dari buku Sosiologi
: Teks pengantar dan terapan ini kiranya dapat menjadi bekal bagi kalian
yang bimbang ketika ingin #MasukSosiologi. Ketika sudah menetapkan pilihan
kalian untuk #MasukSosiologi, mantapkanlah hati kalian dan jangan biarkan orang
lain mencampuri masa depan kalian sendiri. Mengacu pada prinsip seorang
sosiolog yaitu skeptik, jangan mudah percaya dengan perkataan yang ada,
telusurilah kebenaran dari perkataan tersebut. Satu pesan dari saya pribadi,
apapun pilihan yang kalian buat, kalian harus berani mempertanggungjawabkan pilihan
kalian kelak, karena apapun pilihan yang kalian buat, niscaya akan sangat
berdampak baik kepada kalian sendiri, maupun orang – orang disekitar kalian.
Akhir kata, semangat untuk yang
mau #MasukSosiologi, semangat juga untuk yang mau masuk jurusan lain. Doa saya
beserta kalian J
Sedikit menambahkan, jujur saja, saya merupakan satu dari sekian banyak orang yang 'tersesat' #MasukSosiologi. Hanya saja untungnya, nasib memihak saya, dan apa yang saya pelajari sejauh ini, merupakan sesuatu yang memang tidak jauh melenceng dari minat saya. Sosiologi merupakan sebuah ilmu yang benar-benar membutuhkan kemampuan untuk berpikir serta melakukan sebuah analisis yang mumpuni. Untuk itu, ketika memilih jurusan ini, jangan asal #MasukSosiologi karena 'gampang' saja, perlu pertimbangan yang cukup matang jika memang ingin benar-benar terjun dan mendalami Sosiologi.
BalasHapusHahaha nanggepin toh mut, XD
BalasHapuspernah denger ada yang bilang, dimanapun pilihanmu, jadilah yang terbaik disitu :)
Semoga ga ada lagi yang ngeluh soal jurusannya, pokoknya harus bangga sama pilihannya sendiri :)