Selasa, 04 Februari 2014

Earth to earth, ashes to ashes, dust to dust....

"Ndre, Benny udah berpulang ke hadiratNya"

Kaget. Ga percaya. Hanya itu yang terpikir ketika membaca pesan dari salah seorang sahabat yang masuk di HP kurang lebih jam 11 malam, 3 Februari 2014 kemarin. Pesan tersebut baru saja saya baca ketika bangun tidur, kurang lebih jam 4 pagi.


Dikarenakan "nyawa" masih belum sepenuhnya terkumpul, saya kaget dan otomatis bangun. Melihat, dan berusaha mencerna lagi sms tersebut. Ya, sms tersebut benar adanya. Setelah konfirmasi ke teman-teman yang bersangkutan, dan melihat kabar di jejaring sosial, saya hanya bisa terdiam, dan kemudian menunduk, berdoa sejenak kepada Yang Maha Kuasa. Semoga Benny diterima disisiNya.


Benny Oktarius Duha. Ya, nama lengkap kawan saya yang berasal dari jurusan pemerintahan dan politik UGM. Saya pertama kali mengenalnya ketika kami bersama-sama mengikuti retret untuk mahasiswa baru gelombang pertama. 

Sosok yang ceria, selalu semangat, dan sangat antusias dengan dunia kuliahnya. Itu penilaian subyektif yang bisa saya berikan untuk Benny. Masih segar di ingatan saya, ketika itu dia sedang membuat yel yel untuk teman sekelompoknya, yang waktu itu dibentuk untuk mengikuti permainan yang diselenggarakan saat retret. Kemudian, pikiran saya melayang kembali sewaktu saya mengikuti Mata Kuliah wajib Agama Katholik. 

Perjumpaan kembali dengan dia menyegarkan ingatan lama saat retret. Dan ternyata dia masih mengenali saya, meskipun sudah lama tak berjumpa. Kami kembali mengobrol dan duduk bersama, membicarakan mengenai apapun yang bisa dibicarakan.

Ah, mungkin perjumpaan dengan Benny memang terlalu singkat. Tapi yang bisa saya katakan, Benny meninggalkan kesan tersendiri di dalam diri saya. Ia selalu tampak sangat bersemangat menjalani perkuliahan. Saya juga masih ingat ketika ia masih menyempatkan diri untuk mengikuti misa Ekaristi Kaum Muda yang diadakan di Gereja Kota Baru, Yogyakarta waktu itu. 
Semangatnya sungguh luar biasa, saya benar-benar salut akan hal itu.
Benny, selamat jalan. Saya percaya, kau masih akan terus belajar, tidak hanya di sini. Di atas sana, kau akan belajar ilmu pemerintahan dan politik yang lebih baik lagi. Di sana kau akan melihat politik yang suci, politik yang benar-benar merupakan dambaan semua orang. Dan kami semua yang ada di sini berharap, kami juga dapat merasakan keadaan serupa. Dimana tidak ada lagi politik "kotor". Amin.

Selamat jalan Benny, Tuhan besertamu selalu... 


Untuk mengakhiri tulisan kali ini, ijinkan saya mengutip salah satu ayat kitab suci, yang menjadi favorit saya, dan saya rasa cocok untuk tulisan kali ini..



Psalm 23

The Lord is my shepherd; I shall not want.
He maketh me to lie down in green pastures: he leadeth me beside the still waters.
He restoreth my soul: he leadeth me in the paths of righteousness for his name's sake.
Yea, though I walk through the valley of the shadow of death, I will fear no evil: for thou art with me; thy rod and thy staff they comfort me.
Thou preparest a table before me in the presence of mine enemies: thou anointest my head with oil; my cup runneth over.

Surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life: and I will dwell in the house of the Lord for ever.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar