Akhirnya niat update lagi. Yah, emang musuh paling besar dari menulis itu menurut saya adalah malas. Kalau udah malas, niatan menguap kemana-mana. Kalau udah menguap, ilang deh. Dan endingnya bisa ditebak, ga jadi ngeposting lagi di blog.
Sekarang, saya mau bahas mengenai sedikit masa lalu saya. Saya akan njelasin, kenapa blog ini namanya mengandung unsur 13. Kenapa email saya ada 13nya. Kenapa alamat fb saya ada 13 nya. Kenapa saya demen angka 13 di unsur username saya. Tanya kenapa?
Oke, semua ini berawal dari kejadian waktu kelas 2 SMA. Tepatnya, kelas 2 SMA semester 1. Kalau nggak salah, sekitar akhir tahun, tepatnya bulan Oktober, 29 Oktober 2011. Seorang teman dari kelas IPS mengajak saya pergi ke Jogja. Saya yang kurang tau soal Jogja, cuma angguk-angguk tanda setuju. Yah, itung-itung cari pengalaman.
Setelah kumpul, baru saya tahu rencana kita semua ke Jogja, untuk nonton konser. Wait, konser? Yep, konser band yang diadakan di RRI Jogja.
Saya yang "buta" soal musik, setuju untuk ikut. Kapan lagi bisa liat konser macem gini?
Singkat cerita, setelah muter-muter (yang bisa dikatakan sangat lama) sampailah kami ke tempat tujuan.
Bingung, ya, karena saya belum pernah liat konser semacam ini sebelumnya. Ya, saya memang kurang mengerti hal semacam ini. Soal musik pun, saya ngga terlalu tertarik. Siapa sangka, ini jadi salah satu turning point dalam hidup saya. Serius !
Kemudian, kami masuk ke dalam ruangan. Pengap, asap rokok dimana-mana. Bau keringat, rokok, baju yang ga pernah dicuci, kaos kaki, campur jadi satu. Suara cukup keras terdengar dari beberapa speaker yang dipasang di dalam ruangan.
Saat itu, di panggung tengah tampil band yang saya lupa namanya. Pertama, yang kami cari adalah tempat untuk menonton. Setelah beberapa lama berada di belakang, kami memutuskan untuk berpindah tempat ke depan panggung (yang kemudian saya sesali, karena saya berdiri tepat di depan speaker)
Setelah menunggu beberapa saat, munculah band yang kami tunggu. Thirteen. 13 !
Meskipun belum terlalu mengetaui Thirteen saat itu, saya sempat mendengarkan beberapa lagunya. Dan ketika melihat penampilan livenya, hanya satu kata : AMAZING !
Dimulai dengan membawakan beberapa lagu dari album mereka yang terbaru, Epidemic, saya merinding ketika mereka menyanyikan Jakarta Story, dan S.A.D.A. Luar biasa !
Sayang sekali, saya yang waktu itu bener-bener belum melek soal dunia musik belum bisa ikut "joget" menikmati hentakan yang terdengar dari loudspeaker di depan saya ( literally, karena posisi saya waktu itu benar-benar di depannya, yang berarti suara loudspeaker sebesar itu mengena tepat di telinga).
Saya hanya terdiam, sekali-sekali menyanyi mengikuti crowd yang tampak sangat excited terbawa suasana.
Luar biasa, kata-kata itulah yang berulang kali saya katakan dalam hati. Tangan saya yang memegang kamera SLR sampai tak sempat saya pakai memotret penampilan mereka ( disamping memang saya gak bisa pake SLR :p )
Akhirnya, konser selesai. Teman-teman saya yang ikut moshing kembali berkumpul bersama saya. Lelah, penuh keringat, namun tampak sangat puas. Wajah mereka sudah cukup menggambarkan hal-hal yang tak terdefinisikan itu.
Singkat cerita, konser berakhir. Ketika pulang, saya sempat berjabat tangan dengan pemain Synth Thirteen saat itu, Eponk. Kemudian, ketika akan kembali ke motor, tiba-tiba kami melihat bang Raynard yang saat itu menempati posisi scream / growl, akan kembali ke mobil. Serempak kami menghampiri, dan setelah berjabat tangan dan sejenak bercakap-cakap, mengutarakan maksud kami, foto bersama !
Bang Raynard ternyata sangat ramah. Beliau sempat bertanya darimana asal kami. Meskipun singkat, saya dapat menangkap dari percakapan tersebut, bang Raynard adalah sosok yang friendly. Yep, kemudian saatnya foto-foto !
Sesaat setelah berpose, salah seorang teman saya mengambil posisi untuk memotret. Hening. Tidak ada cahaya flash, tidak ada suara, bahkan tidak tampak ada gerakan dari si teman tersebut.
Kemudian dia berkata " Kok mati kameranya? Ga mau nih"
Sambil tersenyum, bang Raynard mendekatinya, dan berkata " Lensanya tuh belum dicopot"
Cengar-cengir malu, dia kembali mencoba memotret kami. Tapi tetap tak bisa. Alhasil, kamera handphone salah satu teman saya yang akhirnya dipakai untuk berfoto. Sempat kecewa juga, namun kami tetap bersyukur dapat berfoto dengan bang Raynard.
Setelah berpamitan, perlahan dia menghilang dari pandangan, menuju ke mobilnya. Kemudian kami memutuskan untuk beristirahat, dan you know what? Kami beristirahat di sebuah Mushola di dekat kebun binatang Gembira Loka. Tanpa alas, tanpa bantal, tanpa selimut. Kami dapat tidur dengan nyenyak, saking nyenyaknya, ketika pagi tiba, saya merasa seseorang menyentuh kaki saya.
Dingin, itulah yang saya rasakan. Bukan, bukan hantu yang menyentuh kaki saya, -_- .
Oh, ternyata seorang bapak bijak yang mengingatkan teman-teman saya yang beragama Islam untuk melaksanakan kewajibannya, sholat pagi.
Singkat cerita, hari itu kami pulang. Puas, gembira, bahagia, senang, menjadi satu dalam diri saya. Sejak saat itu, pikiran saya menjadi lebih terbuka akan keanekaragaman musik yang ada di dunia, termasuk Indonesia. Meskipun bukan pemain musik, saya menjadi gemar mendengarkan musik.
Tentu saja, thirteen menjadi band favorit saya. Mungkin bagi sebagian orang, ada yang beranggapan apa enaknya mendengarkan suara orang screaming / growling ketika menyanyi? Bukankah hanya mengganggu?
Namun tidak bagi saya. Thirteen bukanlah band sembarangan yang asal screaming dan growling. Lirik-lirik yang terdapat dalam lagu mereka, menyimpan makna tersendiri. Bagi saya sendiri, lebih baik mendengarkan musik dengan genre whatevercore tapi memiliki makna lebih daripada musik yang sekarang banyak terdapat di tangga lagu Indonesia, tapi dengan lirik asal-asalan, hanya demi memenuhi tuntutan pasar. Itu opini saya sih, kalau ada yang beda, ya silahkan, namanya juga opini :)
Itulah alesan kenapa saya menyertakan 13 dalam username, email, maupun blog saya. 13 itu angka sial? Ah, hanya mitos. Kalian dapat memilih : menuruti mitos tersebut, dan larut di dalamnya, atau mematahkan mitos tersebut. Bagi saya sendiri, 13 adalah angka spesial. Angka yang menjadi nama sebuah band yang turut memegang peranan penting dalam diri saya, turning point yang begitu berarti. Kalau boleh menambahkan, gaji ke 13 juga merupakan salah satu bukti nyata bahkan para pegawai pun menanti kehadiran angka 13, hahahaha XD
Oh iya guys, mau sedikit sharing juga foto saya dulu, meskipun ga banyak, tapi lumayan buat kenang-kenangan, hehehe :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar