If you tell a lie big enough and keep repeating it, people
will eventually come to believe it. ~ Dr. Joseph Goebbels, Hitler's minister of
propaganda
Jika kau menceritakan sebuah kebohongan besar dan
terus-menerus mengulangi kebohongan tersebut, orang-orang pada akhirnya akan
mempercayai kebohongan itu. - Dr. Joseph Goebbels, menteri propaganda Adolf
Hitler.
Ketika melihatnya, saya setuju dengan apa yang diutarakan
dalam kalimat tersebut. Bagaimana dengan kalian? Bukankah itu realita yang ada
saat ini?
Nah, meskipun tampaknya benar apa adanya, saya tertarik
mempelajari kalimat tersebut lebih lanjut. Namun temuan yang saya temukan
ternyata lebih mengejutkan dari apa yang saya harapkan. Setelah mempelajari
beberapa sumber, ternyata saya menemukan bahwa kalimat yang saya temukan tadi,
bukanlah kalimat asli dari Joseph Goebbels.
Ironis memang, sebuah kalimat yang menyerukan agar tidak
mudah mempercayai sebuah kebohongan, ternyata berasal dari kebohongan.
Ketika melihat beberapa sumber pertama, memang terdapat
kesamaan di antaranya; mereka hanya mengatakan bahwa Goebbels lah yang
mengatakan kalimat tersebut, tanpa menyertakan kapan dan dimana dia mengatakan
atau menuliskan kalimat tersebut.
Rasa skeptis lah yang mendorong saya untuk meneliti lebih
lanjut fenomena ini. Akhirnya, sampailah saya ke suatu forum luar negeri yang
membahas mengenai quote-quote yang ada di internet, dan mempertanyakan keaslian
serta keakuratan kalimat tersebut.
www.thinklings.org , itulah forum yang saya maksud. Setelah
membaca dan mendalami apa yang ada dalam forum tersebut, saya mendapatkan
jawaban, bahwa apa yang telah tersebar di internet bukanlah kata-kata asli
Goebbels, namun merupakan pemahaman yang keliru dari orang-orang yang membaca
buku mengenai Goebbels dan kemudian membuat kalimat dalam bahasanya sendiri,
dan menyebarkannya di internet.
Memang, kalimat di atas tidaklah salah. Secara logika kita
dapat menerima pernyataan tersebut; jika kalian menceritakan sebuah kebohongan
besar dan terus-menerus mengulanginya, maka orang-orang pada akhirnya akan
percaya pada apa yang kita ceritakan. Ya, itulah fakta yang ada saat ini. Namun
terlepas dari apa yang ada, penggunaan nama seseorang untuk memberikan
legitimasi atas suatu kalimat bukanlah hal yang patut dilakukan.
Oke, mungkin beberapa diantara kalian akan bertanya,
memangya masalah ya kayak gini? Toh artinya ujungnya sama aja, dan lagipula hal
semacam ini ga terlalu penting.
Fine, kalian boleh berbicara seperti itu. Tapi mari kita
lihat lagi, kata-kata yang sering disalah gunakan;
The only thing necessary for the triumph of evil is for good
men to do nothing" – Edmund Burke
Terjemahan bebasnya adalah ; satu-satunya hal yang
dibutuhkan agar kejahatan dapat menang adalah seorang pria baik yang tidak
melakukan apa-apa.
Sekilas setelah kita cerna melalui logika kita, apa yang
dikatakan oleh Edmund Burke memang lagi-lagi suatu fakta yang ada. Namun
kemudian, saya sekali lagi berusaha mencari kebenaran dari quote tersebut. Apa
yang saya temukan, ternyata tidak sesuai lagi dengan apa yang sering saya lihat
di berbagai sumber internet; sumber yang terpercaya, dan terdapat bukti nyata
dari sumber tersebut, menyebutkan quote sebenarnya berbuny seperti ini, diambil
dari Burke's "Thoughts on the Cause of Present Discontents":
"When bad men combine, the good must associate; else they will fall one by
one, an unpitied sacrifice in a contemptible struggle."
See? Lagi-lagi hal lain yang dipelintirkan dari fakta yang
sesungguhnya ada. Mungkin ini masih belum cukup bagi kalian semua, yang masih
tidak sependapat dengan saya. Tapi bagaimana jika kejadian tersebut berada di
Indonesia? Dan tidak hanya satu atau dua orang yang melakukan hal tersebut?
Potensi konflik dapat terpicu karena adanya hal ini. Mari kita bersama-sama
melihat realita sosial yang ada di Indonesia, dalam hal ini saya akan
memfokuskan diri pada para pengguna internet yang ada di Indonesia.
Agar bisa lebih nyaman membaca, akan saya pisah menjadi dua
bagian artikel yang terpisah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar