Kamis, 20 Februari 2014

Ironi kebohongan di atas kalimat kejujuran

If you tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventually come to believe it. ~ Dr. Joseph Goebbels, Hitler's minister of propaganda

Jika kau menceritakan sebuah kebohongan besar dan terus-menerus mengulangi kebohongan tersebut, orang-orang pada akhirnya akan mempercayai kebohongan itu. - Dr. Joseph Goebbels, menteri propaganda Adolf Hitler.

Ketika melihatnya, saya setuju dengan apa yang diutarakan dalam kalimat tersebut. Bagaimana dengan kalian? Bukankah itu realita yang ada saat ini?

Nah, meskipun tampaknya benar apa adanya, saya tertarik mempelajari kalimat tersebut lebih lanjut. Namun temuan yang saya temukan ternyata lebih mengejutkan dari apa yang saya harapkan. Setelah mempelajari beberapa sumber, ternyata saya menemukan bahwa kalimat yang saya temukan tadi, bukanlah kalimat asli dari Joseph Goebbels.
Ironis memang, sebuah kalimat yang menyerukan agar tidak mudah mempercayai sebuah kebohongan, ternyata berasal dari kebohongan.
Ketika melihat beberapa sumber pertama, memang terdapat kesamaan di antaranya; mereka hanya mengatakan bahwa Goebbels lah yang mengatakan kalimat tersebut, tanpa menyertakan kapan dan dimana dia mengatakan atau menuliskan kalimat tersebut.

Rasa skeptis lah yang mendorong saya untuk meneliti lebih lanjut fenomena ini. Akhirnya, sampailah saya ke suatu forum luar negeri yang membahas mengenai quote-quote yang ada di internet, dan mempertanyakan keaslian serta keakuratan kalimat tersebut.
www.thinklings.org , itulah forum yang saya maksud. Setelah membaca dan mendalami apa yang ada dalam forum tersebut, saya mendapatkan jawaban, bahwa apa yang telah tersebar di internet bukanlah kata-kata asli Goebbels, namun merupakan pemahaman yang keliru dari orang-orang yang membaca buku mengenai Goebbels dan kemudian membuat kalimat dalam bahasanya sendiri, dan menyebarkannya di internet.

Memang, kalimat di atas tidaklah salah. Secara logika kita dapat menerima pernyataan tersebut; jika kalian menceritakan sebuah kebohongan besar dan terus-menerus mengulanginya, maka orang-orang pada akhirnya akan percaya pada apa yang kita ceritakan. Ya, itulah fakta yang ada saat ini. Namun terlepas dari apa yang ada, penggunaan nama seseorang untuk memberikan legitimasi atas suatu kalimat bukanlah hal yang patut dilakukan.

Oke, mungkin beberapa diantara kalian akan bertanya, memangya masalah ya kayak gini? Toh artinya ujungnya sama aja, dan lagipula hal semacam ini ga terlalu penting.

Fine, kalian boleh berbicara seperti itu. Tapi mari kita lihat lagi, kata-kata yang sering disalah gunakan;

The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing" – Edmund Burke

Terjemahan bebasnya adalah ; satu-satunya hal yang dibutuhkan agar kejahatan dapat menang adalah seorang pria baik yang tidak melakukan apa-apa.
Sekilas setelah kita cerna melalui logika kita, apa yang dikatakan oleh Edmund Burke memang lagi-lagi suatu fakta yang ada. Namun kemudian, saya sekali lagi berusaha mencari kebenaran dari quote tersebut. Apa yang saya temukan, ternyata tidak sesuai lagi dengan apa yang sering saya lihat di berbagai sumber internet; sumber yang terpercaya, dan terdapat bukti nyata dari sumber tersebut, menyebutkan quote sebenarnya berbuny seperti ini, diambil dari Burke's "Thoughts on the Cause of Present Discontents": "When bad men combine, the good must associate; else they will fall one by one, an unpitied sacrifice in a contemptible struggle."

See? Lagi-lagi hal lain yang dipelintirkan dari fakta yang sesungguhnya ada. Mungkin ini masih belum cukup bagi kalian semua, yang masih tidak sependapat dengan saya. Tapi bagaimana jika kejadian tersebut berada di Indonesia? Dan tidak hanya satu atau dua orang yang melakukan hal tersebut? Potensi konflik dapat terpicu karena adanya hal ini. Mari kita bersama-sama melihat realita sosial yang ada di Indonesia, dalam hal ini saya akan memfokuskan diri pada para pengguna internet yang ada di Indonesia.


Agar bisa lebih nyaman membaca, akan saya pisah menjadi dua bagian artikel yang terpisah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar